TANGGAL
18 January 2018
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Portal Multimediabmkge-Petanicyber_extension
WEBMAIL
AGENDA
  • [01-10-2016 - 01-10-2016] Konsinyasi BMN
  • [05-10-2016 - 05-10-2016] Sosialisasi Pelayanan Publik STPP Bogor
  • [06-10-2016 - 07-10-2016] Final Lomba Website Lingkup BPPSDMP
  • [04-01-2017 - 05-01-2017] Rakernas Pembangunan Pertanian 2017
  • [06-01-2017 - 06-01-2017] Koordinasi Tim Supervisi dan Pendampingan UPSUS
  • [10-01-2017 - 10-01-2017] Rapat Fasilitas Senat STPP Bogor
  • [10-01-2017 - 13-01-2017] Supervisi Pajale dan Siwab
  • [10-01-2017 - 13-01-2017] Supervisi Pajale dan Siwab
  • [17-01-2017 - 17-01-2017] Rapim BBPSDMP
  • [18-01-2017 - 19-01-2017] Koordinasi Pelaksanaan Supervisi
  • [20-01-2017 - 21-01-2017] Mengikuti Kunjungan Mentan
  • [25-01-2017 - 27-01-2017] Koordinasi Kegiatan Pendidikan Tinggi 2017
  • [30-01-2017 - 30-11--0001] Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya
  • [31-01-2017 - 31-01-2017] Workshop Kom. Publik & Transformasi Kelembagaan
  • [01-02-2017 - 01-02-2017] Rapim B
  • [02-02-2017 - 02-02-2017] Rapat Pajale
  • [03-02-2017 - 04-02-2017] Koordinasi UPSUS PAJALE
  • [06-02-2017 - 06-02-2017] Serah Terima Ketua Jurusan Penyuluhan Peternakan
  • [07-02-2017 - 10-02-2017] Supervisi Pajale dan Siwab
  • [10-02-2017 - 11-02-2017] Penyusunan Rencana Pembelajaran
  • [14-02-2017 - 14-02-2017] Koordinasi Pendidikan di BPPSDMP
  • [16-02-2017 - 16-02-2017] Penyusunan Standar Biaya Keluaran
  • [17-02-2017 - 18-02-2017] RAPIM BPPSDMP
  • [10-02-2017 - 10-02-2017] Rapat Fasilitas Senat STPP Bogor
  • [21-02-2017 - 30-11--0001] Monitoring Kegiatan
  • [22-02-2017 - 22-02-2017] Konsolidasi UPSUS Provinsi Jawa Barat
  • [23-02-2017 - 24-02-2017] Panen dengan Bupati Ciamis
  • [25-02-2017 - 26-02-2017] Koordinasi dengan Makodam III Siliwangi
  • [27-02-2017 - 28-02-2017] Rapat UPSUS SIWAB
  • [01-03-2017 - 01-03-2017] Undangan FGD
  • [02-03-2017 - 02-03-2017] Pelatihan dan Pertemuan 3 Pos Daya
  • [03-03-2017 - 05-03-2017] Rapat Koordinasi Program Pendampingan
  • [06-03-2017 - 06-03-2017] Rapat Teknis Pelibatan Taruna STPP
  • [07-03-2017 - 10-03-2017] Koordinasi Ke Dinas Tanaman Pangan
  • [11-03-2017 - 13-03-2017] Rapat Kerja Perhiptani
  • [14-03-2017 - 14-03-2017] Pisah Sambut Kepala Balai Pelatihan Keswan
  • [17-03-2017 - 17-03-2017] Tindak lanjut Rapat Kerja Perhiptani
  • [21-03-2017 - 22-03-2017] Audiensi Transformasi Pendidikan
  • [23-03-2017 - 23-03-2017] Rapat Persiapan Seminar
  • [29-03-2017 - 31-03-2017] Koordinasi Luas Tambah Tanam
  • [01-04-2017 - 01-04-2017] Training Of Master UPSUS
  • [03-04-2017 - 05-04-2017] Forum UPT
  • [06-04-2017 - 30-11--0001] Pembukaan Sekolah lapang
  • [07-04-2017 - 07-04-2017] Koordinasi dengan Ditjen
  • [10-04-2017 - 10-04-2017] Persiapan Rencana Seminar Perhiptani
  • [11-04-2017 - 12-04-2017] Konsolidasi UPSUS Provinsi Jawa Barat
  • [13-04-2017 - 14-04-2017] Kegiatan Pendampingan Mahasiswa
  • [17-04-2017 - 17-04-2017] Training Of Trainer
  • [18-04-2017 - 18-04-2017] Seminar Penyuluh Pertanian
  • [19-04-2017 - 20-04-2017] Bimtek
  • [21-04-2017 - 21-04-2017] Rapat Persiapan Pembukaan Penas
  • [25-04-2017 - 25-04-2017] Pembukaan Bimtek
  • [26-04-2017 - 26-04-2017] Rapat Persiapan Penas Aceh
  • [27-04-2017 - 27-04-2017] Koordinasi dengan Sesba
  • [28-04-2017 - 28-04-2017] Koordinasi dengan Biro OK
  • [02-05-2017 - 03-05-2017] Rapat Koordinasi UPSUS Pajale
  • [04-05-2017 - 08-05-2017] PENAS ACEH
  • [09-05-2017 - 11-05-2017] Koordinasi Kerjasama Pendidikan
  • [12-05-2017 - 12-05-2017] Rapat Senat
  • [15-05-2017 - 17-05-2017] Workshop PD DIKTI
  • [18-05-2017 - 18-05-2017] Seminar Perhiptani
  • [21-05-2017 - 23-05-2017] Bimtek Dosen dan Pengelola Vokasi
  • [19-05-2017 - 19-05-2017] Konsultasi Pendidikan
  • [23-05-2017 - 26-05-2017] Supervisi KIPA dan Monev
  • [29-05-2017 - 29-05-2017] Rapat MoU
  • [30-06-2017 - 30-06-2017] Rapat Musrengbantan
  • [01-06-2017 - 01-06-2017] UPACARA HARI PANCASILA
  • [02-06-2017 - 02-06-2017] Pertemuan dengan Menteri
  • [05-06-2017 - 05-06-2017] Penyerahan OINI WTP
  • [06-06-2017 - 06-06-2017] International Workshop
  • [12-06-2017 - 12-06-2017] Nomenklatur
  • [13-05-2017 - 13-06-2017] Rapim B
  • [14-06-2017 - 14-06-2017] Konsolidasi UPSUS PAJALE Jawa Barat
  • [15-06-2017 - 15-06-2017] Monitoring Kampus Jurluhnak
  • [19-06-2017 - 19-06-2017] Kordinasi MoU dengan Kemen PUPR
  • [21-06-2017 - 21-06-2017] UPACARA HARI KRIDA PERTANIAN
  • [03-07-2017 - 30-11--0001] Halal bi Halal
  • [04-07-2017 - 04-07-2017] Halal bi Halal dan Rapat di jakarta
  • [07-07-2017 - 07-07-2017] Rapim BBPSDMP
SOCIAL MEDIA


RADIO ONLINE
Get the Flash Player to hear this stream.
LINK TERKAIT
Instansi Pemerintah
Organisasi Non Pemerintah
Lembaga Pendidikan
Lembaga Pelatihan
Lembaga Penelitian
Mitra STPP Bogor
Umum
Sistem Manajemen Informasi Kementan

Undang Undang Pangan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 menyatakan bahwa penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan. Ketahanan pangan dinyatakan sebagai “kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Dalam rangka mencapai ketahanan pangan tersebut, negara harus mandiri dan berdaulat dalam menentukan kebijakan pangannya sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya.Sebagai upaya mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan tersebut, Kementerian Pertanian menjabarkan melalui kebijakan pembangunan pertanian.

Pembangunan pertanian hingga saat ini menjadi kebijakan strategis dalam perekonomian nasional. Dalam Strategi Induk Pembangunan Pertanian (SIPP), peranan tersebut digambarkan melalui kontribusi nyata sektor pertanian terhadap pembentukan kapital; penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, pakan dan bioenergi; penyerapan tenaga kerja; devisa negara; sumber pendapatan petani/ pedagang dan pelestarian lingkungan.

Selanjutnya Kementerian Pertanian menjabarkan kebijakan pembangunan pertanian dalam program “Swasembada Pangan Padi, Jagung dan Kedelai“. Program tersebut diharapkan dapat dicapai pada tahun 2017. Untuk mewujudkan program swasembada padi, jagung dan kedelai  tahun 2017, maka perlu percepatan program pada setiap tahunnya. Pada tahun 2015, produksi padi ditargetkan 73,4 juta ton, jagung 20 juta ton, dan kedelai 1,2 juta ton; kemudian diharapkan meningkat produksinya pada periode-periode selanjutnya.

Program swasembada padi, jagung dan kedelai ditempuh melalui program ekstensifikasi (perluasan areal tanam) dan intensifikasi(peningkatan produktivitas dan peningkatan intensitas pertanaman)  dengan kegiatan,antara lain:

  1. Rehabilitasi Jaringan IrigasiTersier (RJIT), untuk menjamin ketersediaan air yang diperlukan dalam pertumbuhan tanaman padi, jagung dan kedelai yang optimal.
  2. Penyediaan alat dan mesin pertanian berupa traktor roda dua, alat tanam (rice transplanter), dan pompa air untuk menjamin pengolahan lahan, penanaman, dan pengairan yang serentak dalam areal yang luas.
  3. Penyediaan dan penggunaan benih unggul, untuk menjamin peningkatan produktivitas lahan dan produksi.
  4. Penyediaan dan penggunaan pupuk berimbang, untuk menjamin pertumbuhan tanaman padi, jagung dan kedelai yang optimal.
  5. Pengaturan musim tanam dengan menggunakan Kalender Musim Tanam (KATAM), untuk menjamin pertumbuhan tanaman padi, jagung dan kedelai yang optimal, dan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim  yang menyebabkan gagal panen.
  6. Pelaksanaan Program GerakanPenerapanPengelolaanTanamanTerpadu (GP-PTT).

 

Dalam implementasi kegiatan tersebut terdapat faktor pembatas, yaitu petani dan penyuluh pertanian. Jumlah penyuluh pertanian pada dasawarsa terakhir ini mengalami penurunan yang nyata karena pensiun, alih fungsi ke non penyuluh pertanian, dan rendahnya rekruitmen penyuluh oleh Pemerintah Daerah. Mengingat kondisi tersebut, maka diperlukan tenaga energik dan mandiri yang dapat membantu kinerja penyuluh. Upaya tersebut patut didukung dengan implementasi secara nyata di lapangan dengan memberikan perhatian yang serius dari semua pihak, termasuk perguruan tinggi sebagai komunitas masyarakat akademis, dalam hal ini adalah civitas akademika yang terdiri atas dosen dan mahasiswa.

Menyikapi peran dunia akademik dalam rangka mensukseskan program upsus swasembada padi, jagung dan kedelai yang digagas oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian seperti dijelaskan di atas, Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor telah memprogramkan kegiatan Pendampingan di lapangan pada daerah-daerah sentra potensial pengembangan padi, jagung dan kedelai di Provinsi Jawa Barat. Pendampingan tersebut dilakukan oleh dosen dan mahasiswa/alumni yang implementasinya di lapangan berkoordinasi dengan SKPD terkait, BP3K, dan kelembagaan petani yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan dan produksi padi, jagung dan kedelai.

Masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor pada tahun ini antara lain Program pengabdian masyarakat UPPM diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikapnya antara lain :
1. Pembinaan 15 BP3K wilayah Kabupaten Bogor (9), Kabupaten Cianjur (3), Kabupaten Sukabumi (3)

2. Pendampingan 50 Desa Mitra wilayah Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi