TANGGAL
26 May 2017
M
S
S
R
K
J
S
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
pmb onlinePaJaLePortal Multimediabmkg
WEBMAIL
AGENDA
  • [01-10-2016 - 01-10-2016] Konsinyasi BMN
  • [05-10-2016 - 05-10-2016] Sosialisasi Pelayanan Publik STPP Bogor
  • [06-10-2016 - 07-10-2016] Final Lomba Website Lingkup BPPSDMP
SOCIAL MEDIA


RADIO ONLINE
Get the Flash Player to hear this stream.

LABORATORIUM PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN

SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN BOGOR

 


DESKRIPSI

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor berkomitmen untuk mengembangkan keilmuan para penyuluh pertanian yang ahli. Keahlian tersebut tidak hanya dalam bidang penyuluhan; tetapi juga dalam bidang teknologi baik teknologi budidaya pertanian (pra-panen) dan teknologi pascapanen dan pengolahan hasil pertanian. Ilmu penyuluhan dikembangkan sebagai dasar dalam melaksanakan penyuluhan; sedangkan teknologi pertanian dikembangkan sebagai materi dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan. Atas dasar komitmen di atas, STPP Bogor telah mendirikan Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian (Lab PHP). Lab PHP berada di bawah koordinasi Jurusan Penyuluhan Pertanian. Lab ini diberi mandat sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa STPP Bogor, yaitu sebagai sarana untuk memadukan teori-teori pascapanen dan pengolahan hasil pertanian melalui kegiatan praktikum serta sebagai sarana mengembangkan ide-ide kreatif mahasiswa dalam bidang teknologi pascapanen. Mandat lainnya adalah sebagai laboratorium penelitian dosen-dosen STPP Bogor dalam bidang pascapanen dan pengolahan hasil pertanian.

 

SEJARAH LABORATORIUM

Pada awal berdirinya, lab ini bernama Lab Pascapanen (1987) yang mengelola mata diklat Usaha Pengolahan Hasil Pertanian (materi penanganan dan pengolahan jadi satu materi diklat) dan mata diklat Limbah Pertanian. Selanjutnya, seiring dengan pengembangan institusi dari APP menjadi STPP (Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor) pada tahun 2001, lab ini tetap berdiri dan melayani praktikum dan penelitian karena keberadaannya sangat diperlukan dalam mendukung materi-materi perkuliahan dan inovasi teknologi pascapanen dan pengolahan hasil-hasil pertanian.

Pengelola atau kepala Lab Pascapanen yang pertama adalah Ir. Momon Rusmono, MS yang mengelola sampai tahun 1996. Perkembangan selanjutnya pada tahun 1996, Lab ini berganti nama menjadi Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian (Lab TPHP). Materi diklatnya pun berkembang menjadi mata diklat Teknologi Penanganan Hasil Pertanian, mata diklat Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian dan mata diklat Teknologi Pengolahan Limbah Pertanian. Sebagai pengelolanya adalah Ait Maryani, SP (1996 - 2011). Pada tahun 2011 sampai sekarang, lab ini dikelola oleh Rini Indriyani, SP, MP. Karena kebutuhan dan tuntutan keamanan pangan yang berkembang dewasa ini, Lab PHP mengembangkan mata kuliah baru yaitu Penjaminan Mutu Pangan, disamping tetap memberikan pelayanan mata kuliah yang telah ada sebelumnya.

 

 RUANG LINGKUP

Untuk mendukung tri dharma perguruan tinggi sebagaimana diuraikan di atas, Lab PHP berperan sebagai berikut:

a)    Laboratorium Pembelajaran

Dalam rangka menunjang kegiatan pembelajaran mahasiswa STPP Bogor, lab PPPHP menyiapkan sarana dan prasarana untuk kegiatan praktikum pascapanen dan pengolahan hasil pertanian. Tujuan utamanya adalah mahasiswa memiliki kompetensi dalam bidang teknologi pascapanen dan pengolahan hasil pertanian sebagai bekal materi dalam penyuluhan. Tujuan lainnya adalah untuk mengembangkan ide kreatif mahasiswa dan inovasi mengenai teknologi pascapanen dan pengolahan hasil pertanian sehingga ide-ide tersebut dapat langsung dicobakan dan disalurkan yang tentunya melalui pembimbingan dosen.

Beberapa kegiatan praktik yang dirancang dan ditawarkan kepada mahasiswa adalah:

   Teknologi pascapanen yang meliputi karakteristik dan fisiologi komoditi hortikultura dan tanaman pangan, penanganan pascapanen produk segar hortikultura melalui penyimpanan dingin dan pengemasan, dan teknologi modifikasi atmosfir untuk memperpanjang umur simpan produk hortikultura.

   Teknologi pengolahan hasil pertanian yang meliputi teknik dan proses pembuatan selai, juice, nata, sirup, susu kedelai, rekayasa pangan fungsional melalui beras analog, pengolahan aneka tepung umbi dan pembuatan mie aneka tepung umbi, pembuatan aneka snack (makanan ringan) berbasis umbi-umbian, serta ice cream berbasis umbi-umbian, dan lain-lain.   

 

 

 b)    Laboratorium Penelitian

Pengembangan wawasan keilmuan dosen dan mahasiswa perlu terus ditingkatkan dalam rangka menghasilkan metode, model dan hasil rekayasa penelitian. Untuk tujuan tersebut, Lab PHP memfasilitasinya dengan menyediakan sarana dan prasarana penelitian dalam bidang teknologi pascapanen dan pengolahan hasil pertanian. Bagi mahasiswa yang berminat untuk membekali materi penyuluhan dalam menunjang tugas akhir (KIPA, Karya Ilmiah Penugasan Akhir) dalam bidang pascapanen dan pengolahan hasil pertanian, Lab PHP menyediakan fasilitas dan expertise yang berkaitan dengan materi tugas akhir mereka. Bagi dosen yang melakukan penelitian rekayasa produk dan penanganan pascapanen, Lab PHP juga siap memfasilitasinya.

   c)    Pelayanan Short Course (Pelatihan Singkat) dan Konsultasi

Negara Indonesia merupakan daerah yang memiliki sejuta pesona dan sumberdaya alam (SDA) yang sangat melimpah dan beraneka ragam yang apabila digali secara optimal dapat memberikan keuntungan yang sangat besar terutama untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sektor pertanian menduduki peringkat pertama dalam memberikan kontribusi perekonomian masyarakat. Keterbatasan instrumen pendukung yang menyebabkan SDA yang tersedia tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Keterbatasan tersebut tidak saja pada aspek infrastruktur yang belum memadai, tetapi juga pada aspek pengelolaan dan penggalian sumber-sumber ekonomi yang mungkin dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau petani. Untuk itu perlu dilakukan upaya perbaikan untuk meningkatkan nilai guna dan nilai tambah produk-produk pertanian dengan melalui kegiatan pelatihan terapan yang mudah dilakukan dan menguntungkan bagi masyarakat. dalam hal ini, Lab PHP Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor bermaksud menjembataninya dengan menawarkan kegiatan pelatihan terapan berbasis komoditas unggulan dan konsultasi kepada masyarakat atau petani.

Paket pelayanan pelatihan singkat yang ditawarkan sebagai berikut:

NO

NAMA/JENIS PELATIHAN

DESKRIPSI SINGKAT

TUJUAN

1.

Paket Pelatihan Berbasis Komoditi Kelapa

Kelapa memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi produk unggulan bernilai ekonomis; tidak saja buahnya (daging), juga limbahnya dapat dimanfaatkan sebagai nilai tambah (added value) komoditi kelapa

Membekali peserta tentang manfaat penting dari pengolahan lanjut berbasis komoditi kelapa

2. Membekali peserta mengenai teknik dan proses pengolahan lanjut kelapa dan limbahnya

3. Membantu peserta dalam merencanakan usaha berbasis komoditi kelapa.

  1)   Nata de Coco Pengolahan limbah (air) kelapa untuk Nata de Coco  
  2)   VCO (virgin coconut oil Pengolahan daging kelapa menjadi minyak murni yang berkhasiat sebagai obat dan fungsi turunan lainnya  
 

3)   Asap Cair (liquid smoke)

Pengolahan tempurung kelapa sebagai asap cair untuk alternative bahan pengawet dan BTP (bahan tambahan pangan)

 

 

4) Paket Lengkap (Nata de Coco, VCO, Asap Cair)

 

 

2.

Paket Pelatihan Berbasis Komoditi Umbi-umbian

Ketergantungan bahan kue dari tepung gandum yang masih impor perlu ditanggulangi dengan tepung dari bahan lain yang fungsi dan manfaatnya sama dengan gandum. Salah satunya dengan pengolahan umbi-umbian menjadi tepung umbi. Juga keterbatasan bahan pangan sumber beras membuat fluktuasi harga beras, sehingga perlu inovasi substitusi beras dengan bahan pangan yang memiliki kemiripan fungsi dan komposisi seperti beras melalui upaya diversifikasi pangan dengan beras analog dari bahan umbi-umbian yang dibuat seperti rupa beras. Manfaat lainnya sebagai produk yang bernilai tambah (added value) komoditi umbi-umbian

1. Membekali peserta tentang aneka olahan pangan berbasis komoditi umbi-umbian

2. Membekali peserta mengenai teknik dan proses pengolahan lanjut umbi-umbian menjadi beras analog

3. Membantu peserta dalam merencanakan usaha berbasis komoditi umbi-umbian.

 

1)    Aneka Tepung

Pengolahan umbi-umbian menjadi tepung umbi yang kaya manfaat dan sebagai bahan dasar untuk pengolahan produk ekonomis pangan lainnya.

 

 

2)   Beras Analog (RANUM, Beras Analog Umbi)

Pengolahan tepung umbi dan bahan penyerta lainnya untuk diolah menjadi bahan pangan mirip beras

 

 

3)   Aneka Mie dari Umbi-umbian

Pengolahan tepung umbi menjadi mie yang karakteristiknya mirip mie dari tepung gandum

 

 

4)   Aneka Rasa Snack (camilan, keripik) dari umbi-umbian

Pengolahan tepung umbi menjadi snack ringan yang enak dan bergizi

 

 

5)   Es Krim Aneka Umbi

Pengolahan tepung umbi-umbian sebagai bahan utama pembuatan es krim

 

 

6)   Paket Pelatihan Berbasis Umbi-umbian (point 1, 2, 3, 4 dan 5)

Pengolahan tepung umbi menjadi aneka produk, baik sebagai bahan pangan lanjutan maupun produk akhir

 

3.

Paket Pelatihan Berbasis Komoditi Kacang Kedele

Kedele memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi produk unggulan bernilai ekonomis; biasanya kedele hanya dimanfaatkan utuh sebagai tempe atau tahu. Sebenarnya dapat diolah juga menjadi susu kedele. Susu kedele yang sudah ada masih konvensional, sehingga sebagian orang masih belum tertarik untuk meng-konsumsinya. Agar lebih menarik, maka dibuat susu kedele dengan aneka rasa.

1. Membekali peserta tentang manfaat penting dari pengolahan lanjut berbasis komoditi kedele

2. Membekali peserta mengenai teknik dan proses pengolahan susu kedele dengan aneka rasa

3. Membantu peserta dalam merencanakan usaha berbasis komoditi kedele.

 

1)    Aneka Rasa Susu Kedele

Pengolahan kedele menjadi susu dengan aneka rasa (strawberry, vanilla, coklat, dll).

 

 

 

2)   Oncom

Pengolahan limbah perasan susu kedele menjadi oncom dengan bahan penyerta onggok (tepung kasar singkong).

 

4.

Paket Pelatihan Keripik Aneka Buah

Buah-buahan memiliki umur simpan yang pendek dan mudah rusak (perishable), apabila tidak terkonsumsi/terjual akan sangat merugikan. Alternative upayanya adalah dengan dibuat aneka keripik yang lezat dan sehat tanpa bahan pengawet.

1. Membekali peserta tentang nilai guna buah yang mudah rusak apabila tidak tertangani dengan baik.

2. Membekali peserta mengenai teknik dan proses pengolahan keripik dari bahan buah-buahan

3. Membantu peserta dalam merencanakan usaha berbasis komoditi keripik buah.

 

d)    Pengabdian Kepada Masyarakat

Kontribusi Lab PPHP dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan sejak lama. Kebanyakan dilaksanakan bekerjasama dengan unit lain, yaitu Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) STPP Bogor. Kegiatannya berupa materi penyuluhan kepada petani atau masyarakat, seperti cara/proses pembuatan dan pengolahan buah-buahan menjadi selai, sirup, juice, dll. Selain itu juga, mengenalkan bagaimana penanganan pascapanen yang baik terutama dalam rangka mengurangi loss pascapanen, baik tanaman pangan (padi) maupun produk hortikultura.

 

Demonstrasi Pembuatan Nata De Coco kepada Siswa/I TK Demonstrasi Pembuatan Nata De Aloevera kepadaIbu Dharma Wanita

 

 

 KEPALA LAB DAN TENAGA AHLI PENDUKUNG

Nama

Pendidikan

Keahlian

Keterangan

 

Dr. Ir. Momon Rusmono, MS

NIP. 19610524 198603 1 003

S1 (Teknik Pertanian, IPB)

S2 (Teknologi Pascapanen, IPB)

S3 (Ilmu Keteknikan Pertanian, IPB)

Ilmu Keteknikan Pertanian

Kepala Lab tahun 1987 s.d. 1995

 

Ait Maryati, SP

NIP. 19591009 198202 2 001

S1 (Pertanian, UNB)

S2 (Pendidikan, UNPAK)

Pengolahan Hasil Pertanian

Kepala Lab tahun 1996 s.d. 2010

 

Rini Indrayani, SP, MP

NIP. 19700531 199503 2 001

S1 (Sosek, IPB)

S2 (Manajemen Industri, IPB)

Pengolahan Hasil Pertanian

Manajemen Pascapanen

Kepala Lab tahun 2011 s.d. Sekarang

 

Novita Herdiana, S.Pi, M.Si

NIP. 19761118 200112 2 001

S1 (Perikanan, IPB)

S2 (Teknologi Pascapanen, IPB)

Pengolahan Hasil Pertanian

Teknologi Pascapanen

 

 

Aminudin, S.TP, M.Si

NIP. 19750312 200312 1 001

S1 (Teknik Pertanian, IPB)

S2 (Teknologi Pascapanen, IPB)

Teknologi Penanganan Hasil Pertanian

Manajemen Pascapanen

 

 

Yeni Maryani

NIP. 19691010 200701 2 001

D4 (sedang Tugas Belajar)

 

Tenaga Laboran

 

Sonah

NIP. 19860605 200910 2 001

 

 

Tenaga Bantu Pelayanan Lab

Hilmiyati Kartika Candra, S.ST

NIP. 197807132009102001

D4 STPP Bogor

 

Tenaga Laboran

 

HASIL-HASIL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH

  1. Pengembangan model simulasi penyimpanan buah terolah minimal berpelapis edible dalam kemasan atmosfir termodifikasi. (Momon Rusmono).
  2. Identifikasi komoditas unggulan untuk pengembangan petani hortikultura di Kabupaten Subang. (Aminudin)
  3. Teknologi Pupuk Bokashi dengan Bahan Tambahan Limbah Perasan Buah Merah (Pandanus conoideus) serta Uji Coba di Lahan Terhadap Hasil Produksi Sawi (Brassica juncea). (Aminudin).
  4. Kajian Demplot Aplikasi Bokashi Pupuk Kandang pada Padi Sawah (Oryza sativa L.) di Kampung Udapi Hilir Manokwari. (Aminudin).
  5. Transportasi Brokoli (Brassica oleracea L Var. Italic)  dengan Top Icing. (Aminudin).
  6. Kajian Pola Respirasi dan Mutu Brokoli (Brassica oleracea  L. Var. Italic) selama Penyimpanan dengan Beberapa Tingkatan Suhu. (Aminudin).
  7. Komposisi Kimia dan karakteristik Organoleptik Abon Daging Domba dengan Penambahan Kunyit Selama Penyimpanan. (Novita Herdiana dan Supriyanto).
  8. Pengaruh Pemberian Fermentasi dari Umbi Ubi kayu Dalam Ransum Terhadap Penampilan Ayam Pedaging. (Novita Herdiana).
  9. Pembuatan Protein Hidrolisat Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) Secara Enzimatis Dan Pemanfaatannya Dalam Pembuatan Kerupuk. (Novita Herdiana).
  10. Kajian Pengurangan Chilling Injury melalui Heat Shock Treatment dan Aloe Vera Coating Buah Tomat (Lycopersicon esculantum) Selama Penyimpanan Dingin. (Novita Herdiana).
  11. Evaluasi Dan Penentuan Pola Kemitraan Yang Tepat Dalam Produksi Beras Berlabel Di Kabupaten Cianjur. (Rini Indrayani).

 

 PRODUK YANG TELAH DIHASILKAN DAN DIKEMBANGKAN

Lab PHP telah menghasilkan produk-produk olahan dari bahan pangan dan hortikultura, beberapa diantaranya masih dalam pengembangan, antara lain:

  1. Olahan Kelapa: Nata De Coco dan VCO, Asap Cair (dalam pengembangan)
  2. Olahan Kedelai: Susu kedelai, Nata De Soya, Tempe Sehat, dan Minyak Kedelai (dalam pengembangan)
  3. Olahan lidah buaya (aloe vera): Candy Aloevera, Nata De Aloevera
  4. Olahan Singkong (Cassava): Tepung Cassava, Mie Cassava
  5. Olahan Umbi-umbian: Tepung Aneka Umbi, Kue Kremes, Es Krim Umbi
  6. Olahan Pangan Fungsional: Beras Analog atau Ranum (beras analog umbi-umbian)
  7. Olahan Buah-buahan: Sirup Pala, Selai Kulit Pala, Manisan Pala, dll.
  8. Beberapa contoh produk olahan yang telah dikembangkan sebagai berikut:

 

 

 

Mie Cassava

 

SusuKedelai

Tepung Cassava atau singkong Aneka Beras Analog dari Umbi-umbian

 

 

FASILITAS PENDUKUNG DAN PENUNJANG LABORATORIUM

Dalam rangka mendukung kegiatan praktik dan penelitian, Lab PHP dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan pengolahan sebagai berikut:

  1. Bangunan: Ruang pengolahan, ruang administrasi, dan ruang presentasi serta lantai jemur
  2. Peralatan: Timbangan digital dan manual, Blender, Penggiling Tepung, Penggiling Kopi, Lemari Pendingin, Show Case, Meja Sortasi, Peralatan Memasak, Pencetak Nata, dll.

 

KERJASAMA

Lab PHP turut berkontribusi dalam rangka pengembangan dan pemberdayaan petani dan masyarakat serta terus mengembangkan jejaring kerjasama dengan berbagai pihak. Kerjasama yang telah dibina dan dalam pengembangan adalah:

  1. Petani Binaan di Desa Mitra STPP Bogor di sekitar Kota dan Kabupaten Bogor
  2. STPP lain di seluruh Indonesia melalui kerjasama magang
  3. Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui kerjasama tenaga pengajar dan kerjasama laboratorium pengolahan hasil pertanian (dalam pengembangan).
  4. Balai Besar Pascapanen, Kementerian Pertanian (dalam pengembangan)
  5. Balai Besar Industri Agro, Kementerian Industri (dalam pengembangan).
  6. Kelompok-kelompok tani di sekitar Bogor.

 

PUBLIKASI

Publikasi dalam bentuk buku dan penuntun praktikum telah dihasilkan oleh staf Lab Pengolahan Hasil Pertanian, beberapa diantaranya adalah:

  1. Modul Pengolahan Hasil Pertanian Komoditas Ubi Kayu. Diterbitkan oleh Universitas Terbuka. (Momon Rusmono dan Novita Herdiana).
  2. Modul Pengolahan Hasil Pertanian Komoditas Sayuran dan Buah-buahan. Diterbitkan oleh Universitas Terbuka. (Momon Rusmono dan Novita Herdiana).

 

 BEBERAPA ABSTRAK HASIL PENELITIAN STAF LAB PHP

 

KOMPOSISI KIMIA DAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK ABON DAGING DOMBA DENGAN PENAMBAHAN KUNYIT SELAMA PENYIMPANAN

Novita Herdiana

 

ABSTRAK

                Daging sebagai salah satu sumber protein hewani juga memiliki zat nutrisi lain yang sangat dibutuhkan oleh tubuh yaitu lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Pengolahan daging bertujuan untuk mengawetkan, meningkatkan cita rasa dan menambah variasi daging olahan. Salah satu diversivikasi produk olahan daging adalah melalui pembuatan abon. Abon merupakan produk olahan yang berbentuk serat daging yang halus dan kering. Keterbatasan umur simpan dari abon merupakan masalah yang sering dihadapi. Penambahan kunyit pada proses pembuatan abon bertujuan selain sebagai bumbu dan pewarna juga sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia dan karakteristik organoleptik abon daging domba dengan penambahan kunyit selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa abon daging domba dengan penambahan kunyit 1,5%memiliki komposisi kimia dan kandungan gizi yang lebih baik jika dibandingkan dengan abon tanpa penambahan kunyit, namun kadar airnya lebih tinggi dari SNI (Departemen industry,1995). Hasil uji organoleptik terhadap warna, aroma dan tekstur abon daging domba dengan penambahan kunyit 1,5% masih dapat diterima oleh panelis.

Kata Kunci : abon daging domba, kunyit

 

 

EVALUASI DAN PENENTUAN POLA KEMITRAAN YANG TEPAT DALAM PRODUKSI BERAS BERLABEL DI KABUPATEN CIANJUR

 Rini Indrayani

 

ABSTRAK

                Dalam setiap kemitraan usaha selalu diharapkan tidak ada pihak yang diuntungkan diatas kerugian pihak lain yang merupakan mitra usahanya. Semua pihak yang bermitra harus merasakan keuntungan dan manfaat yang diperoleh dari kemitraan sehingga kemitraan dapat berjalan langgeng. Demikian halnya dalam proses produksi beras dalam kemasan berlabel di Kabupaten Cianjur (varitas pandan wangi cianjur) yang merupakan hasil kemitraan antara Gapoktan Citra Sawargi dengan CV.Quasindo dengan fasilitasi dari Kementerian Pertanian perlu dilakukan evaluasi terhadap model kemitraan yang sudah berjalan untuk menentukan model kemitraan yang ideal bagi kedua pihak ke depan.

                Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengevaluasi pelaksanaan kemitraan yang sudah berlangsung,(2) menentukan model kemitraan yang tepat dalam produksi beras belabel di Kabupaten Cianjur. Metode analisis yang digunakan antara lain : analisis kualitatif (deskriptif) dan analytical hierarchi process (AHP). Hasil analisis pelaksanaan kemitraan didapatkan bahwa pola kemitraan inti plasma merupakan pola kemitraan yang paling tepat, dibandingkan pola dagang umum yang berlaku saat ini, mengingat lemahnya permodalan Gapoktan khususnya dalam pengadaan saprodi serta pembelian gabah.

Kata Kunci : Evaluasi, model kemitraan, Beras, Gapoktan

 


 

TRANSPORTASI BROKOLI (Brassica oleracea L. Var. Italic) DENGAN TOP ICING

Transportation of Broccoli (Brassica oleracea L. Var. Italic) with top icing method

 Aminudin

 

Abstract

The aim of this research is to study the effect of top icing and transport simulation on broccoli packaged with MA Packaging. The results showed that transport simulation of top icing broccoli packaged in styrofoam box influenced significantly on the thickness of plastic film and amount of ice, both of in one hour and two hours simulations. Thickness of plastic film 40 µm has decreased of temperature lower than 50 µm in 1.5 kg ice. Cooling capacity of broccoli packaged with MA Packaging in box styrofoam (47x32.5x24 cm; thick 2 cm) is 9.4 kg/kg of ice/hour with temperature inside 5.1 oC.

Keywords: broccoli, modified atmosphere packaging (MAP), ice, top icing, transportation.

 

KAJIAN POLA RESPIRASI DAN MUTU BROKOLI (Brassica oleraceae L. var italic) SELAMA PENYIMPANAN DENGAN BEBERAPA TINGKATAN SUHU

 Aminudin

 

ABSTRAK

 

Brokoli merupakan salah satu komoditi hortikultura yang mudah rusak (perishable), oleh karenanya memiliki umur simpan yang pendek sehingga perlu dilakukan penanganan pascapanen yang baik agar umur simpannya lebih lama. Setelah dipanen brokoli masih merupakan bahan hidup, dengan tetap melakukan reaksi metabolis. Salah satu reaksi metabolis yang penting adalah berespirasi. Laju respirasi besarnya bervariasi tergantung jenis komoditi, akan tetapi terutama dipengaruhi oleh suhu dan komposisi gas di sekitar komoditi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengkaji pola respirasi brokoli pada beberapa tingkatan suhu penyimpanan; dan (2) mengkaji hubungan antara laju respirasi brokoli dengan mutu brokoli selama penyimpanan. Penelitian dilakukan di Laboratorium TPPHP Jurusan Teknik Pertanian, Fateta IPB dari tanggal 1-15 Maret 2010. Penelitian dimulai dengan mengukur laju respirasi brokoli dalam stoples yang disimpan di dalam lemari pendingin (5, 10, 15 dan 20 oC) dan kontrol disimpan dalam suhu kamar 27 oC. Pengukuran respirasi dengan sistem tertutup (closed system) mengikuti Deily dan Rizvi dan Rokhani, yaitu: tutup stoples yang digunakan dilubangi dengan diameter 1 cm sebanyak dua buah dan pada lubang tersebut dimasukkan selang plastik sepanjang 30 cm. Pada pertemuan selang plastik dengan penutup stoples diberi lem, cat dan malam untuk menghindari kebocoran gas. Brokoli dimasukkan ke dalam stoples setelah sebelumnya ditimbang dan dibersihkan (trimming). Pengamatan selama 7 hari dengan interval pengamatan setiap 3 jam. Penelitian dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan suhu penyimpanan (5 oC, 10 oC, 15 oC, 20 oC dan 27 oC) masing-masing 2 ulangan, sehingga akan diperoleh 5 x 2 = 10 unit percobaan.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju respirasi brokoli sangat dipengaruhi oleh suhu penyimpanan, dimana pada suhu penyimpanan yang lebih rendah (5 oC), laju respirasinya rendah; sementara pada suhu penyimpanan yang lebih tinggi (27 oC), laju respirasinya tinggi. Pola respirasi dari setiap suhu penyimpanan dapat digunakan untuk menduga tren atau pola respirasi brokoli dalam kondisi suhu penyimpanan yang tetap. Pada suhu penyimpanan 10 oC dan 5 oC, polanya dapat dianggap tetap atau konstan. Kecenderungan konstan ini dapat memberi petunjuk bahwa brokoli yang disimpan pada kedua suhu tersebut menunjukkan laju respirasi yang seimbang antara produksi CO2 dan konsumsi O2 yang rendah yang berarti laju respirasinya kecil (sedikit terhambat), sehingga dapat member gambaran bahwa brokoli akan baik apabila disimpan pada suhu rendah (suhu dingin). Warna bunga brokoli pada level kecerahan (*L) tidak tergantung oleh suhu penyimpanan akan tetapi pada level tingkat warna merah (*a) dan warna kuning (*b) sangat dipengaruhi oleh suhu penyimpanan. Secara umum kesegaran warna bunga brokoli secara yang terbaik (dengan masa simpan lebih dari 6 hari) terjadi pada suhu penyimpanan 5 oC dan 10 oC.

Kata kunci: brokoli, suhu, mutu, respirasi.

 

 

FOTO-FOTO DOKUMENTASI KEGIATAN DAN BEBERAPA PERALATAN DAN MESIN YANG ADA DI LAB PHP

 Demonstrasi Pembuatan Aneka Olahan Buah Pala (Sirup, Selai dan Manisan)

   
   

Demonstrasi Pembuatan Aneka Nata (Nata De Coco dan Nata De Aloevera)

Mesin Penepung Biji-bijian Mesin Pemotong Nata De Coco
Mesin Pembuat Kue Kremes Mesin Penggiling Kopi

 

Gedung Lab Pengolahan Hasil Pertanian

 

   
Mesin Pendingin Mesin Pengemas Nata De Coco

 

Demonstrasi Pembuatan Aneka Olahan Buah Pala (Sirup, Selai dan Manisan)