Bogor (Antara Megapolitan) - Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Bogor menggelar kegiatan temu bisnis dalam rangka program penumbuhan wirausahawan muda pertanian di IICC Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Ketua STPP Bogor Nazaruddin mengatakan, temu bisnis ini memiliki dua tujuan yakni memberikan pengetahuan dan informasi tentang dunia usaha dan pemasaran hasil pertanian kepada peserta didik sehingga bisa memahami hal terkait pemasaran.

"Tujuan lain adalah untuk membangun motivasi, tekad, dan semangat para peserta didik untuk menjadi petani yang maju, berwawasan bisnis serta mampu menjadi wirausahawan pertanian yang handal," kata Nazar.

Nazar mengatakan pihaknya bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi mitra yakni IPB, Universitas Padjajaran, Universitas Lampung, Unigal, SMKPP Tanjungsari, dan SMKPP Lembang dalam penyelenggaraan temu bisnis ini. 

Temu bisnis dihadiri oleh 250 peserta yang terdiri atas mahasiswa STPP Bogor beserta pergurun tinggi mitra, perwakilan pemerintahan, lembaga penelitian dan pendidikan terkait, serta perwakilan dunia usaha.

 

STPP Bogor sebagai lembaga pendidikan tinggi di bawah pembinaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian beserta perguruan tinggi mitra telah melaksanakan program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian atau PWMP sejak 2016.

Program PWMP bertujuan mengupayakan pembangunan dan pengembangan kemampuan berwirausaha bidang pertanian para peserta didik.

"PWMP ini diharapkan para peserta didik setelah menyelesaikan pendidikanya mampu menjadi petani penggerak pembangunan, dan wirausahawan pertanian di wilayahnya masing-masing," kata Nazar. 

Menurutnya program PWMP sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengungkapkan bahwa masa depan pertanian dan kesejahteraan petani Indonesia terletak pada kegiatan agribinsis dan kemampuan wirausaha para petaninya. 

"Petani yang maju berwawasan bisnis dan wirausahawan yang handal merupakan keharusan untuk menjaga dan mengembangan kebijakan swadaya dan keadaulatan pangan Indonesia," kata Nazar.